
Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI) menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Momentum kemenangan ini seharusnya menjadi titik kembali pada nilai-nilai fitrah: keadilan, kemanusiaan, dan keberanian menegakkan kebenaran.
Namun, peristiwa penyiraman terhadap aktivis KontraS telah mencederai rasa kemanusiaan dan akal sehat publik. Tindakan ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan bentuk teror yang mengancam kebebasan sipil dan keberlangsungan demokrasi.
PB SEPMI menegaskan bahwa keadilan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Oleh karena itu, kami menyatakan sikap:
- Mengutuk keras tindakan penyiraman sebagai bentuk kekerasan yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum.
- Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya, termasuk mengungkap siapa pihak yang mendanai, mengorganisir, dan mendukung terjadinya tindakan tersebut.
- Menolak segala bentuk kekerasan, intimidasi, dan teror terhadap aktivis serta pembela hak asasi manusia.
- Mendorong negara untuk hadir memberikan perlindungan yang nyata bagi masyarakat sipil dalam menjalankan peran kritisnya.
Idul Fitri bukan alasan untuk memaafkan kejahatan yang belum dipertanggungjawabkan. Tidak ada makna kemenangan jika pelaku kekerasan—baik eksekutor maupun pihak di belakangnya—tidak diadili secara adil dan transparan.
PB SEPMI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kewarasan publik, mengawal proses hukum, dan memastikan keadilan ditegakkan tanpa kompromi.
Usut tuntas, termasuk aktor intelektual, pendana, dan seluruh pihak yang terlibat. Tidak boleh ada yang kebal hukum.

