
Bogor – 21-22 November2025
Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI) masa jihad 2025-2029 memperkuat komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama sekaligus mendukung visi Asta Cita Presiden RI melalui partisipasi aktif dalam “Interfaith Harmony Camp” yang diselenggarakan Kementerian Agama RI.
Acara bertema “Kolaborasi Lintas Agama untuk Ekoteologi, Harmoni, dan Kemanusiaan” ini digelar di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat, pada 21–22 November 2025, merespons surat resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor B1188/Dt.III.III/HM.01/11/2025. Sebanyak 33 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Islam hadir bersama perwakilan enam agama resmi di Indonesia: Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Total sekitar 250 peserta dari berbagai latar belakang agama saling bergandeng tangan memperkuat tali persaudaraan dan kesatuan bangsa. Wakil Ketua 1 PB SEPMI, Asmin, termasuk dalam 12 peserta lintas agama yang mewakili organisasi tersebut. Ia turut serta dalam agenda “Coffee Morning” dan aksi penanaman pohon sebagai wujud kolaborasi tim serta kepedulian terhadap lingkungan.

Puncak acara adalah penandatanganan komitmen bersama yang mencakup dua poin utama:
1. Menjaga dan mempromosikan kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.
2. Bersinergi mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya cita ke-6 (menjaga persatuan dan kerukunan bangsa) serta cita ke-8 (memajukan kehidupan beragama yang harmonis dan bermartabat).
Asmin secara resmi mewakili unsur Islam dalam prosesi penandatanganan tersebut.
Usai acara, kader kelahiran Takalar, Sulawesi Selatan, itu menyampaikan :
“Kegiatan ini bukan hanya wujud nyata Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga kontribusi generasi muda Muslim dalam mensukseskan Asta Cita Presiden. Kerukunan umat beragama adalah fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang damai, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Ahmad Zayadi, menambahkan bahwa kolaborasi lintas agama dalam acara ini sejalan dengan semangat Asta Cita.
“Kerukunan adalah modal besar bangsa. Dengan sinergi semua elemen masyarakat termasuk pemuda lintas agama, kita mempercepat terwujudnya cita-cita nasional yang inklusif dan bermartabat,” tutupnya.
Deklarasi ini diharapkan menjadi langkah nyata generasi muda dalam merawat Indonesia yang harmonis sekaligus mendukung agenda besar pembangunan nasional.

