
Jakarta, 2 Juni 2026_ Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah konsisten Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan. PB SEPMI menilai keputusan ini sebagai bukti nyata keberanian politik pemerintah dalam menjaga akuntabilitas, integritas, dan efektivitas program strategis nasional yang menyentuh langsung masa depan generasi bangsa.Ketua Umum PB SEPMI, Fauzan Muharam, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bagi pelajar bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, kepemimpinan di lembaga pengelola gizi nasional harus diisi oleh sosok yang bersih, kompeten, dan berpihak pada kepentingan rakyat.“Kami mengapresiasi langkah cepat dan tegas Presiden Prabowo. Pencopotan Kepala BGN ini mengirimkan sinyal kuat bahwa pemerintah tidak mentolerir kinerja yang tidak optimal dalam program yang menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya anak-anak sekolah dan pelajar,” ujar Fauzan Muharam.Lebih lanjut, Fauzan menjelaskan bahwa keputusan Presiden ini sejalan dengan amanah Munas SEPMI yang menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama perjuangan organisasi.
Amanah tersebut menekankan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya mungkin diraih jika generasi hari ini tumbuh sehat secara fisik, cerdas secara intelektual, dan kuat secara karakter.“PB SEPMI sejak Munas telah menggariskan bahwa perjuangan kami adalah menyiapkan generasi yang siap memimpin Indonesia pada 2045. Itu dimulai dari hal paling dasar: gizi yang cukup dan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, kami menyambut baik langkah Presiden sebagai bentuk konsistensi dalam mewujudkan visi besar bangsa,” tegas Fauzan.
PB SEPMI juga berharap pergantian kepemimpinan di BGN menjadi momentum pembenahan menyeluruh. Fauzan merinci tiga hal penting yang harus segera dibenahi: pertama, perbaikan sistem distribusi agar makanan bergizi sampai tepat waktu dan merata; kedua, penguatan pengawasan di tingkat sekolah agar program tidak bocor di tengah jalan; ketiga, keterbukaan data agar publik dan organisasi masyarakat sipil dapat ikut mengawal.“Jangan sampai program sebesar ini berhenti di atas kertas atau hanya jadi seremoni. Pelajar di daerah 3T, di pesantren, di sekolah pinggiran, harus merasakan manfaat yang sama. Itu standar keadilan yang harus kita jaga,” katanya.
Sebagai organisasi pelajar yang berakar pada nilai Islam berkemajuan, SEPMI berkomitmen untuk tidak hanya mengawal, tetapi juga ikut mengedukasi pelajar tentang pentingnya gizi, kesehatan, dan pola hidup baik. Fauzan menginstruksikan seluruh pengurus wilayah dan cabang SEPMI untuk aktif memantau pelaksanaan program gizi di sekolah masing-masing dan melaporkannya secara berjenjang.“Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan di atas panggung. Ia dimulai dari piring makan pelajar hari ini. SEPMI siap menjadi garda terdepan, bersama pemerintah dan masyarakat, untuk memastikan amanah besar itu terwujud,” tutup Fauzan.

