
JAKARTA – Hari Raya Idul Adha selalu membawa pesan mendalam tentang ketauhidan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Momentum sakral ini dinilai sangat relevan untuk merefleksikan kembali peran generasi muda, khususnya kaum pelajar, dalam menjawab tantangan zaman dan mengabdi kepada umat serta bangsa.
Menyambut hari besar umat Islam ini, Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (PB SEPMI) mengajak seluruh kader dan pelajar di tanah air untuk menjadikan keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai kompas moral dalam bergerak.
“Idul Adha bukan sekadar ritual menyembelih hewan kurban, melainkan simbolik dari pengorbanan ego, waktu, dan materi demi maslahat yang lebih besar. Bagi pelajar, ini adalah momentum untuk menyalakan kembali api keikhlasan dalam menuntut ilmu dan meneguhkan komitmen perjuangan,” ujar Fauzan Muharam Selalu ketua umum Pengurus Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini, nilai-nilai pengorbanan (tatsbith) dan solidaritas menjadi pondasi penting. Pelajar Muslim diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi untuk berbagi dan memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah islamiyah serta ukhuwah wathaniyah).
Melalui momentum Idul Adha 1447 H ini, Serikat Pelajar Muslimin Indonesia secara resmi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim:
“Kami segenap Jajaran Pengurus Besar dan Keluarga Besar Serikat Pelajar Muslimin Indonesia Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H. Semoga semangat pengorbanan Nabi Ismail AS dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS senantiasa menginspirasi kita untuk menjadi pelajar yang lebih peduli, gemar berbagi, dan konsisten dalam memperkuat ukhuwah serta menegakkan komitmen perjuangan di tengah umat. Taqabbalallahu minna wa minkum, mohon maaf lahir dan batin.”

